Saturday, 15 December 2012

Pengalaman Couchsurfing: The Trio From Singapore (bag. 1)

Petang itu, masuklah message terakhir dari Fariz, teman couchsurfing yang request couch ke saya. "OK, See ya tomorrow then" katanya. Saya terdiam sejenak. wtf did i just did? saya baru saja mengundang some damn strangers, foreigners no less, untuk menginap di rumah. Waktu itu orang tua sedang umroh dan di rumah hanya saya, adik, dan pembantu. Untungnya ada pembantu, percayalah.

Akhirnya pagi. Keseharian aja, saya bersiap sarapan terus berangkat sekolah. Belajar, belajar. Saat itu tengah kelas TIK, di lab IT. Telepon berdering, pikir saya siapa nelpon jam segini. Lalu BAM!, rupanya telpon dari Fariz, si sporean dari semalam. At the time entah saya benar-benar lupa kalo mereka landing jam segini.

Singkatnya, kita ngobrol dan berhubung saya sekolah akhirnya saya tawarkan apa mau ke rumah langsung silahkan tapi gak ada saya atau mau di dago terlebih dahulu. Mereka memutuskan untuk ke Dago. Lalu ya saya beritahu untuk bilang ke supir taksinya ke Dago, Factory Outlets pasti ngerti kok dago yang sebelah mana. Oke, beres.

Waktu itu hari jumat. Sekolah selesai lebih cepat di hari jumat, tepatnya sebelum solat jumat, pukul 11.00. Saya kontak lagi ternyata mereka masih berbelanja, Jadi saya bilang monggo bae, ntar kalo udah telpon aja. Terus beberapa teman maksa ingin main ke rumah. Dan toh berhubung jadwal saya kosong (masa damai  memang, segitu jumat bisa kosong), okelah.

Gak kerasa udah jam 4 sore. Kebiasaan jarang cek hp semenjak mulai sering blank dan mendadak mati. Rupanya ada miss call dan text, dari Fariz, isinya udah selesai dan tanya alamat.

Singkatnya, sampailah di rumah

No comments:

Post a Comment