Tuesday, 26 March 2013

Awas Santet


Denger sih katanya mau studi RUU Santet ke luar negeri, eropa tepatnya. Kita jangan bias sendiri dululah. Pikir  rasional.

Namanya santet kan ada yang bilang masuk agama, adat, apalah. Ya itu berarti kepercayaan. Dilindungi UU, bahkan Pancasila.

Jadi jangan asal sok pintar. Harus terbuka.
Mau berpendapat silahkan, namun secara rasional dan terima argumen, jangan mau menang sendiri.

Saya kurang setuju. Berikut argumennya.

Bilangnya kan mau belajar pasal sejenis dari luar.

1.
Memang ada ya? Terus terang tak bisa konfirmasi. Tapi sejauh yang saya tau tidak ada pasal terkait ilmu hitam disana. Berhubung kesana aja belum pernah, gak bisa memastikan juga sih.
Namun, kalau seandainya ada, toh sekadar mempelajari hukum tertentu, bisa minta KBRI setempat untuk mengkopi pasal tertulis sesuai yang diminta, di kasus ini terkait ilmu hitam. Selebihnya bisa dikaji bersama.

2.
Jauh lebih baik disini. Kan namanya ilmu hitam mungkin tiap daerah ya jenisnya pun berbeda. Dan toh ahli ilmu hitam justru banyak ahli lokal yang secara global terkenal. Bukan hanya nasionalis belaka, faktanya begitu. Hemat anggaran pula.

3.
Pasalnya sendiri kurang diterima di masyarakat. Banyak yang skeptis. Ya dari ilmu hitamnya pun sudah banyak yang memang tidak percaya. Apalagi pokoknya hal yang terkait studi banding, apalagi keluar negeri, bisa dibilang bukan isu yang menarik belakangan ini.

4.
Terkait politik. Politik dalam negeri tengah dalam ketidakpastian. Kecilnya angka kepercayaan terhadap pemerintah, isu politik sana-sini, kasus korupsi mewabah, gonjang-ganjing tokoh besar, hingga adanya isu kudeta, apalah. Studi banding.. lagi? Ayolah, minimal pejabat jaga imej dulu.

Sunday, 24 March 2013

TEDxBandung - Ridwan Kamil



Udah rada lama ini. Mau share aja, mumpung momentum menjelang pilwalkot bandung. Masih gak nyangka ini yang dulu tercengang-cengang liat video tedx jakarta mau nyalon juga. Jaman sekarang jarang orang inovatif kreatif open-minded jiwa muda mau jadi birokrat.

Positif Indonesia dekade ini banyak perubahan hebat.

Sunday, 10 March 2013

Pancasila Semua



Bingung dengan ideologi partai di Indonesia. Mengenang masa politik kemerdekaan, ada beragam partai dengan ideologi sendiri. Ada PKI Komunis, PNI Nasionalis, PSI Sosialis, SI Islamis. Kita sebagai rakyat dapat dengan jelas mengetahui agenda masing-masing partai. Maksudnya, tiap partai menawarkan sesuatu yang jelas. Jadi tahu apa yang mereka tawarkan.

Politik kontemporer Indonesia tidak jelas. Kita tidak tahu ideologi suatu partai karena semua resmi sebagai Pancasila. Kita tidak tahu agenda seorang kader berpolitik. Bahkan banyak kader dengan mudahnya pindah ke partai lain. Banyak calon pejabat menjual visi yang tak jelas. Terbukti pemilih di suatu pemilihan umum banyak yang tidak tahu program calon yang dipilih. Sekalipun berjanji, yang belum tentu ditepati, terkesan kabur. Seandainya ada yang mengungkit saat sudah terpilih bisa dengan mudahnya berdalih.

Jika memang Pancasila ya niatkan Pancasila. Menghormati hak beragama, Menjunjung tinggi meritokratis dan masyarakat beradab dan madani, Menjaga persatuan nasional, Menyelesaikan masalah dengan tidak menguntungkan sepihak, Memberikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat yang disamakan.

Jadi tidak ada yang namanya partai menjelekkan agama. Tidak ada yang menggunakan taktik kotor apalagi merangkul preman segala. Tidak ada yang mengedepankan suatu suku apalagi ras, semua sama sebagai Bangsa Indonesia. Tidak ada yang maunya menguntungkan partai saja. Tidak ada yang mementingkan agenda kelompok tertentu.

Masyarakat sudah pintar. Sudah saatnya dunia politik ber-renaissance. Berikan janji solid dan berdasar fakta, bukan hanya bermain dengan kata akan dan nanti. Keterangan agenda partai perlu lebih jelas. Partai juga harus berani dalam menegaskan ideologi dengan jelas. sekali lagi, masyarakat sudah pintar.