Tuesday, 28 May 2013

Politik Dinasti



Belakangan sedang tren.
.
Di Bantul, Ada Sri Surya Widati yang meneruskan kepemimpinan suaminya, Idham Samawi, sebagai Bupati Bantul, DI Yogyakarta. Rada baru, ada Nani Rosada, Istri walikota bandung incumbent Dada Rosada, sebagai Calon Wakil Wali Kota Mendampingi Ayi Vivananda yang sekarang masih menjabat sebagai wakil walikota. 

Politik dinasti tidak menyalahi aturan apapun. Tidak ada undang-undang yang melarang seorang anggota keluarga pejabat untuk maju mencalonkan diri. Dan toh masyarakat yang memilih sesuai keinginan hati. Jadi wajar saja di tanah air banyak terjadi politik dinasti. 

Mungkin yang perlu di regulasi adalah aturan terkait penampilan publik berupa kunjungan atau tugas negara serta iklan pemerintah di billboard 'menyambut bulan ramadhan', 'selamat datang di kota...', apalah. 

Istri seorang pejabat menemani suaminya kunjungan kerja saya kira sah-sah saja, bahkan terkadang konteksnya pas. Atau seperti di billboard tentang KB, kan lebih etis pak pejabat dan istri- mungkin ditambah 2 anak- ketimbang pak pejabat dan rekannya bersampingan dengan subteks 'DUA ANAK CUKUP'. 

Nah jadi kembali ke perorangan. Untuk kita ya silahkan pikirlah, apa memang layak mendapat suara anda atau tidak kan terserah diri sendiri. Praktis saja. Untuk para anggota keluarga 'dinasti' politik ya silahkan turut serta dalam membangun negara dan boleh saja memanfaatkan jabatan keluarga selama masih dalam aturan

Intinya, pilihan ada di tangan anda. Jadi mau pilih anak presiden yang sekarang menjabat sebagai anggota DPR? atau anak istri gubernur yang ikut pemilihan legislatif? Oligar.. eh, harus netral ya, ahem. Oke jadi begitulah.

Ya terserah.

Saturday, 18 May 2013

Tentang BeefGate PKS



Sedang populer belakangan PKS ini.

Dimulai dari awal 2013, saat presiden PKS, LHI tersangkut kasus korupsi suap impor daging sapi Australia. Pada 26 Maret KPK secara resmi menetapkan LHI sebagai tersangka. Sebelumnya, tanggal 29 Januari Fathanah sudah duluan diciduk oleh KPK di Hotel Le Meridie dengan Maharani Suciyono. Rumornya, saat ditangkap tim KPK mereka tidak berbusana.

Setelah Fathanah ditangkap, terungkaplah jaringan skandal yang menghebohkan tanah air. Fathanah diduga mendapat aliran dana korupsi daging sapi dari LHI. Nah ini yang mencengangkan. Uang tersebut mengalir lagi berupa hadiah-hadiah untuk beberapa wanita cantik. Nama seperti artis ternama Ayu Azhari, model majalah dewasa Vitalia Sesha, dan seorang mahasiswi Maharani Suciyono muncul ke permukaan. Bahkan, beredar rumor yang melibatkan nama besar lain seperti artis dangdut Tri Kurnia, Bahkan artis Kiki Amalia.

Nah, Ini yang saya aneh.

Dulu ada kasus Bank Century yang aliran dananya disinyalir lebih dari Rp 6,7 Triliun. Pihak yang tersangkut juga dari partai besar, seperti Demokrat.

Selanjutnya ada Lapindo. Korban Semburan Lumpur mencakup 1 kecamatan, termasuk rumah warga, persawahan, peternakan, bahkan industri kulit khas Porong, Sidoardjo. Lalu apa tindakan pemerintah? menetapkan bahwa kasus tersebut merupakan bencana alam. Ya, kecelakaan penggalian tanah oleh Lapindo milik Aburizal Bakrie dengan mudahnya ditetapkan menjadi bencana alam. Walhasil ketimbang Lapindo, pemerintah lah yang bertugas membayar ganti rugi dan mencari solusi. Rupanya pohon beringin masih punya tenaga keramatnya.

Ada juga Hambalang. Pemainnya dari mulai kader, anggota fraksi, hingga menteri dari Demokrat.

Dan semua kasus diatas hingga kini belum selesai.

Soal kasus asusila, wah banyak. Di daerah-daerah banyak kader dari berbagai partai bahkan partai agama selain PKS terkena kasus seperti main wanita, memakai obat-obatan terlarang, banyaklah.

Kasus partai besar banyak. Seperti belakangan isu Ingrid Kansil dengan anak tirinya sendiri. Selanjutnya ada Hellyana dari PPP yang tertangkap basah sedang selingkuh. Lalu ada Aceng Fikri yang sempat heboh. Diketahui bahwa Aceng sudah beberapa kali melakukan praktik nikah kilat. Sisanya banyaklah.

Lantas, mengapa begitu PKS yang kena beritanya heboh sekali?

1.
Media dikuasai partai. Jelaslah semua tahu TV ONE yang punya Golkar dan Metro TV milik Surya Paloh (Nasdem). Otomatis, kasus macam ini pastinya jadi lahan sangat-sangat menguntungkan untuk digarap. Wajarlah, toh kompetisi partai di Indonesia sampe penyegelan kantor DPP di beberapa daerah saja sudah biasa.

2.
Ekspektasi masyarakat. Dulu awal PKS muncul, PKS membrand diri sebagai partai agama yang bersih dan suci. Sejauh riwayatnya memang belum tersangkut kasus. Nah begitu kena masyarakat jelas merasa kecewa. PKS yang masyarakat harapkan sebagai partai yang bersih dan suci kok bisa terkena kasus macam begini.

Lantas begini, bagaimana kalau partai lain yang terkena? "ah sudah biasa". Jadi ya memang sedang sial saja. Ketimbang partai lain memang PKS relatif 'pemain baru' dalam ranah korupsi tanah air. Dan sebenarnya, ketimbang yang lain, angkanya pun relatif kecil. Namun ekspektasi masyarakat kan PKS ini harus suci dan bersih.

Jadi poin saya, jangan sampai lupa bahwa partai lain lebih parah dari PKS, namun bukan berarti PKS lebih baik dari yang lain, sekali koruptor ya koruptor seberapapun angkanya.  Jangan pula termakan media. Jangan pernah melupakan kasus lainnya seperti Hambalang, Century, dan Lapindo.

Ingat, partai lain juga koruptor.

GIGI-Mimpi & Sahabat @Malam Dana untuk Donny Fatah - Rolling Stone Cafe




Friday, 17 May 2013

Bigsoundfest: Dari Belajar Kerasnya Jakarta Hingga Damon Yang Menoleh


Sekedar info, saya gak punya akses apa-apa ya. Kalo dari press resmi mungkin bisa foto bareng kali. Iri sekali..

Pukul 6.30 Seperti Biasa, saya berangkat ke sekolah. Sekolah dan Sekolah. Ceritanya pukul 10.00, saya dapat ilham. Lihat status seorang kawan soal Blur dan tanya itu baru mendarat, mainnya kapan. Lalu dia bilang hari ini. Panik. Lah kirain kapan!  Langsunglah tanya panjang lebar dan dapet konklusi tiket masih bejibun dan mainnya malem. Oke..

Pukul 01.00 Akhirnya, saya FIX nonton. Dan ya, gak ada persiapan sama sekali lah boro-boro tiket aja niatan OTS. Langsunglah ke Day Trans dan berangkatnya jam 02.30 sementara lah itu saya pulang sekolah aja jam 02.00. Akhirnya memutuskan mending pulang dulu persiapan di rumah.

Pukul 02.30 sampe di rumah. Berhubung setahu saya bapak ngerti soal travel, saya telponlah dulu. Katanya City Trans itu setiap 30 menit jalan. Saya mau ambil 04.00. Santailah. Persiapan segala macem dan rencananya mau plus menginap sehari di Jakarta. Tak lupa bawa semua kaset Blur lengkap beserta walkmannya. Setelah semua siap, berangkatlah.

Saya keluar rumah pukul 15.30 naik ojek ke travelnya. Sesampainya langsung pesan ke senayan yang jam 4, ternyata gak ada. Seinget saya, kira-kira 8 bulan yang lalu terkahir saya naik city trans ada tujuan senayan. Terus ternyata ada SCBD, oh dekatlah tak apa.

Pukul 16.00, Berangkat ke Jakarta. Perjalanan lancar aja, syukurnya. Yah sekedar macet biasa sana-sini. Untungnya ada walkman. Sambil menghafal lirik Blur persiapan haji nanti.

Sampe kira-kira Jam 19.00 langsung naik ojek (btw motornya kymco utuh dan bajunya rapi, jakarta yak), Dan saya bilang Istora pak. Di jalan abis muter dari semanggi ke arah senayan, sempet kayak keserempet dan teringat game ps yang dulu sering dimainkan, Lah ditengah jalan maen tendang-tendangan dengan pengendara motor lain. Heck, gak ngerti saya.

Turunlah di Istora.. Kok Kosong? HP berdering telpon dari seorang kawan yang udah nyampe duluan. Lu dimane? udah nunggu dari tadi. ngobrollah. Pikir saya, oh Tenis Indoor mungkin kan The Kooks kemaren disana. Berhubung gak ada ojek sekitar sana, saya jalan dari Istora ke Tenis Indoor. Sesampainya loh kok di sekitar banyak orang pake jas. Pas udah di depan, silahkan masuk mas, kata seorang berjas yang jaga di pintu. Lah apaan coba. Cult? MLM? bener aja, kata mas tukang tahu gejrot ternyata iniseminar MLM. Dan saya pake raglan Blur dari @ObscuraID. Akhirnya tanya ojek dimana dan katanya sama dia saja. Kali ini benerlah sampai di Lokasi, Lap. D Senayan.
1368679223200468868
Suasana Diluar
Sesampainya, Saya langsung telp. Kawan bilang beli saja via calo, toh dia dan temannya begitu. Oke saya lantas menghampiri seorang calo. Saya beli reguler karena waktu itu lupa tanya teman pada dimana. Singkatnya langsung dipasang gelang dan diantar untuk masuk. Pas checkpoint pertama, “Ini beli dimana mas?” Kok nempelnya gak rapi, Diomonginlah. Pas saya tengok si mas yang tadi anter saya ke gerbang, lah gak ada. Mampuslah. Ludes tuh tiket 500rb. Akhirnya keliling nyisirin area luar, di sepanjang jalan rupanya banyak juga yang kena, beberapa sampe lapor polisi, ada yang nangis-nangis segala. Adapula 2 calo berantem, katanya gara-gara rebutan tiket.

Ngobrol sama salah satu grup yang kena calo tipu-tipu. “Kita ludes VIP 2 Reguler 3″ Kata salah seorang, “Tapi akhirnya ketemu dan dia mau tanggung jawab. Ini kita lagi di handle” tambahnya. Lalu saya ngobrol sekilas dengan calo mereka “cari aja terus. Sayang aje kan lu abis berape tuh tiket”. Pas nyampe rada jauh, Nah itu dia! Ada si calo! saya samperin kan, tanya bijimana nih tiketnya gak fungsi. Daan salah orang. Kemejanya sama. Langsung marah-marah dah tuh calo, ngajak berantem pula. Lah ntar saya balik ke Bandung bonyok kan gak lucu juga. Ngacir langsung sambil maap-maap. Terus dalem hati mikir lagi, itu orang berasa persis yang tadi. Sumpeh dah mirip sekali. Ah ya sudahlah. Akhirnya balik ke gerombolan mahasiswa kena tipu tadi. Ternyata masih belum masuk juga mereka. Dan ternyata lagi 2 dari mereka, spesifiknya yang beli VIP, kasusnya sama dengan saya, si calonya udah entah kemana. Sedih gitu kan. Ya secara sesama korban taulah.
Saya? laah kalo sekarang depresi sendiri mau pulang gimana, Jakarta pula. Sempet pasrah kan akhirnya. Pas cek saku bokong eh ada duitGodsend bener memang. Yah yang penting ada buat baliklah, akhirnya saya memutuskan beli lagi, reguler, walaupun ada sms ternyata teman-teman pada di VIP. Ah ya sudahlah.

Daan saya berhasil masuk. Berhubung gak boleh bawa SLR tadi, saya bawa ditas, tapi ya gak dikeluarin. Sesampainya didalem, ada photo booth nih. Mumpung kosong kan, entaran susah lagi penuh. Pas keluarin kamera eh dipanggil panitia. Kirain bakal diamankan, eh cuma dibilang masukin. Terus katanya udahnya boleh foto, oh ya sudahlah. Masuklah saya ke area.
1368680071717632363
Aturan inilah yang menyebabkan saya tidak punya foto LIVE. sama sekali
Di dalam sudah mulai rame, sewaktu saya masuk The Temper Trap tengah tampil di panggung utama. Sedang lagu Science Of Fear kalo gak salah. Masuklah saya  ke lautan audiences di sektor bagian reguler. Aksi Dougy Mandagi dkk disambut penonton dengan sangat meriah. Heboh jogetlah. Sing along rame-rame. Serulah.
13687945351149578275
Tampak stage dilihar dari section reguler
Penampilan The Temper Trap terus berlanjut dengan Ressurection. Selanjutnya disambung dengan The Drum Song. Dan Finally, Sweet Disposition. Makin larut dalam suasana. Semua kompak nyanyi bersama. Overall, Keren dan diluar dugaan crowd, entahlah area lain, disini kurang liar. Entahlah, mulai rada curiga nih. Btw lihat David Naif dengan anaknya, udah gede ya. Kawan saya ada yang bilang lihat personil The Changcuters. Tapi kalo dipikir ya wajarlah secara kurang musik apa mereka. IniBigsoundfest.

Dan yang ditunggu-tunggu. Blur. Ya, Blur. Di Senayan. Mimpi apa coba. Setelah penantian lama. Naik ke atas panggung. Set. Siap.

GIRLS AND BOYS!!!
Streets like a jungle/ So call the police/ Following the herd/ Down to greece

Woot! Heboh bener!
1368794615788277199
Mains Stage tampak dekat
Bener aja, RUSUH! Beuh sikut sana sikut sini, kaki saling injek. iPhone orang sebelah saya jatuh (sepanjang konser ada mungkin 3 kali). Entah 3-4 baris belakang saya ada yang ribut. Chaotic sekali. Mantaplah as expected. Dan mungkin alinea inilah yang paling cocok mendeskripsikan suasana sepanjang penampilan Blur. Penonton yang fantastis dan enerjik non-stop hentak kaki sepanjang konser. Sing along sekuat tenaga seakan mengeluarkan hasrat terpendam selama bertahun-tahun. Woot HEBOH!

Setelah 24 tahun, akhirnya kami bisa hadir di sini,” ujar Damon menyapa penonton.
Selanjutnya disambung There’s No Other Way gak kalah hebohnya. Woozah penonton kembali berliar ria. Lagu yang juga terdapat di Best Of ini sangat dikenal, otomatis penonton hapal lirik dan dapat menyanyikannya sepanjang lagu. Betapa kuatnya impresi yang saya dapat saat ikut larut menyanyi bersama ribuan orang di Lap. D Senayan ini.

“You have a good strong voice,” Kata Damon pada audiences yang sontak disambur meriah.

Dan Beetlebum! Widiih mimpi apa saya bisa dengar langsung. Di Indonesia, no less.

Beberapa lagu Epic setelahnya, sampailah pada Coffee & TV. Bloody ‘ell semalam yang lalu saya cuma bisa dengar lagu ini via kaset Blur- Best Of dengan Walkman bekas saya, sekarang tatap muka. Alunan gitar Coxon sukses membius penonton. Trims, Milky! Sudah menemani sejauh ini hingga akhirnya dapat bertemu langsung.
13687948701708016433
Promoter favorit kita bersama.. untuk malam itu
Dan empat lagu setelahnya, yang semua masuk Best Of sama hebohnya dengan lagu sebelumnya. Secara, Tender, Country House, Parklife, End Of A Century dimainkan secara berturut.

Pas Tender, dalem sekali. Kami terhanyut dalam perasaan ecstatic akan penantian panjang yang hari ini bisa tercapai. Sing-alongnya kena banget. Emosional lah. Dengan durasi yang lama makin menenggelamkan audiences dalam dahsyatnyaTender. Lampu biru yang syahdu semakin menghanyutkan suasana. Seakan semua saling menyayangi.
13687959721959629901
Tampak dari VIP A
Setelah terhanyut emosional dengan Tender, Audiences kembali dibagkitkan dengan lagu Country House dan parklife. Jingkrak-Jingkrak gak karuanlah. Bener-bener lepas seakan kerasukan. Dan hal paling keren, Damon turun panggung! Audiences VIP orgasme di tempat dan menggila. Absolutely fantastic.

Dan sampai pada This Is A Low, Lalu Blur mendadak Turun.
13687965221320765169
Suasana lapangan
Break. Eh gak sih, resminya udahan. Tapi ya macem di coachella, mana-mana lah, pasti ENCORE. Pasti. Jadi saya dan beberapa orang sekitar saya juga rada santai sambil teriak bersemangat “WE WANT MORE!”. Dan sejenak saya tersadar. Astaga, kawan-kawan di VIP semua dan sepanjang perform tadi saya sendiri. Emosional sekali, seakan kami jadi satu sepanjang pertunjukkan tadi. Mendadak sebelah ngajak ngobrol “sendiri mas?” “oh gak, tapi temen saya di VIP semua” “nyantelah bareng kita aja, sesama fans gak ada perbedaan iya gak hahaha” wuss bener kan. Bercanda ria sambil liat hasil video Arda, si pemimpin grup ramah ini. Mereka dari Jogja katanya, Maksain jauh-jauh kemari buat nonton Blur “Naik haji iya gak bro hahaha”.
1368797198365445227
Trio Ramah Dan Baik Hati
Anyway, Blur balik ke panggung! “3 lagi nih, semangat!” kata Arda.
Post-break langsung dibuka dengan Under The Westway! Penonton heboh saat damon cs naik ke lagi panggung.

Dan akhirnya sampai sudah di Song 2. Lagu yang seakan membawa audiences sejenak kembali ke masa sekolah. Bapak muda yang dari tadi adu sikut, more like saya yang di sikut karena posturnya yang superior, terlihat sangat, sangat menghayati dari awal hingga akhir. Tak ketinggalan anaknya yang sangat antusias digendong sang bapak sejak pertengahan konser. Entahlah soal hapal lagu. Yang jelas, anak ini telah mendapatkan pengalaman paling keren sejauh hidupnya.

“Thank you indonesia. You’re truly an inspiration…” Kata Damon sebelum akhirnya turun dari panggung.

Hell of a show. Tuntas sudah Ibadah Haji saya.
1368799217355825632
Mejeng dikit bersama kawan-kawan
Oh ya Damon menoleh, ceritanya saat saya ke tempat teman-teman berada di VIP A tepatnya, sembari mendekati panggung utama. Dan ternyata ada Damon! entahlah, mungkin ngambil sesuatu atau apalah. Menoleh ke arah saya dan tersenyum. Ya, Damon. Histerislah, saya panggil seorang teman. Dia bilang tukang kabel. Tukang kabel.
… Fuck it, bagi saya dia Damon.

WOHOOO WHEN I FEEL HEAVY METAL WOHOOO!

Wednesday, 15 May 2013

Memoritmo (2013)



image

Hal pertama yang membuat saya tertarik akan buku ini adalah -yang tentu saja lazim- sampulnya yang menarik. Setelah berhasil menarik saya menujunya, nama besar seperti Ade Paloh dan Cholil Mahmud, kembali berhasil merayu saya untuk merogoh kocek deminya. Dan toh, harganya cukup murah. 

Terdapat 14 tulisan dari musikus, penulis, penyiar radio, wartawan musik, sampai sutradara film. Gagasan utama buku ini adalah menceritakan arti dari sebuah lagu dari setiap perspektif dan kisah dibaliknya dari ke-14 pengarang tersebut yang unik. Atau menurut tulisan di cover belakang buku ini, “…bagaimana sebuah lagu begitu mampu menyimpan kenangan dalam nada-nadanya.”

Ulasan beserta memori dibaliknya tersebut dihantarkan secara personal dari para penulisnya, seperti Eross Candra dari Sheila on 7 yang mengutarakan kemasyhuran lagu “Across the Universe” dari The Beatles untuknya. Atau Cholil Mahmud dari Efek Rumah Kaca yang dengan mantap mengurai “Terbunuh Sepi” milik Slank, yang hingga kemudian hari ternyata masih menghantui proses kreasi lagunya. Ade Paloh dari Sore mengenang lagu “Do You Want to Know a Secret” dari The Beatles dengan rumusan kata elok yang diramu dengan indah. Ada yang menggali kenangan pribadi, seperti Maradilla Syachridar (penggagas ide buku ini yang juga merupakan musikus di Homogenic) tentang “Strings That Tie to You” dari Jon Brion. Penulis Valiant Budi mengenang pengalaman naasnya semasa SMA yang berangkaian dengan lagu “Sahabat Gelap” dari Kubik. Penulis Mikael Johani dengan tulisannya dahsyatnya tentang “Nothing Matters When We’re Dancing” dari The Magnetic Fields atau “Madu dan Racun” dari Bill & Brod. Juga ada lagu-lagu yang dirasa begitu menggugah hingga karya baru bisa tercipta dari situ, seperti tulisan kreatif Anto Arief tentang “Djuwita Malam”, Galih Sakti tentang “Yeh Jo Halka Saroor Hai” dari Nusrat Fateh Ali Khan, atau Rain Chudori tentang “Little Motel” dari Modest Mouse

Dengan nama besar seperti musikus Eross Candra hingga sutradara film Sammaria Simajuntak tentunya buku ini sudah memiliki daya tarik tersendiri. Beberapa artikel didalamnya dapat dimengerti dengan mudah oleh pembaca; para penulisnya mampu menceritakan kisahnya dengan jelas. Namun di antara artikel tersebut, beberapa terasa timpang karenanya. Seperti karangan Sarah Deshita tentang cinta (berdasar pada lagu “True Love Waits” dari Radiohead) yang berputar pada hal abstrak sehingga terasa kurangnya emosi yang bisa tumbuh pada bagian tersebut. Atau karya Sammaria Simajuntak seperti ingin bercerita ringan namun justru terasa terlalu ringan; tak terasa adanya keterikatan. Disamping itu, beberapa masalah teknis seperti salah ketik ada di beberapa bagian. Hal tersebut mungkin dapat dikurangi jika penyunting lebih ambil andil di dalamnya. Di luar itu, memoritmo termasuk berhasil membuat kita untuk menjangkau kembali sensasi-sensasi dahsyat yang, Ade Paloh bilang, "berkonsekuensi senyuman maupun tangisan, dari seribu juta sel yang saling menyapa dan bersetubuh di otak belakang yang membentuk serikat kerja yang memproduksi memori."

Saturday, 11 May 2013

Merdeka!?



Merdeka!

67 tahun kita merdeka.

Tiap hari kita makan nasi dari BERAS THAILAND dengan lauk tempe KEDELAI MYANMAR, abon DAGING AUSTRALIA, dengan penambah rasa GARAM INDIA dan BAWANG GORENG CHINA, ditutup pencuci mulut segar PISANG BRAZIL dan tak lupa minum SUSU SWITZERLAND.

Setelahnya berangkat kerja dengan MOBIL JEPANG tak lupa mentransfer tagihan dengan BANK SINGAPURA, sampai kantor langsung menduduki KURSI JERMAN yang nyaman lalu menyalakan KOMPUTER TAIWAN dan membuka SITUS PENCARIAN AMERIKA untuk mulai mencari materi rapat nanti sore.

Pulang kerja disambut anak yang sedang menonton serial DRAMA KOREA juga ibu yang tengah memasak PASTA INSTAN ITALIA yang enak, adapula si bungsu yang tengah asyik menonton bola LIGA INGGRIS, Langsung menuju kamar mandi dan menyalakan air hangat sambil menyalakan musik dari SMARTPHONE FINLANDIA lalu bergabung dengan dengan si bungsu hingga waktu tidur.

Merdeka!?

Sunday, 5 May 2013

Canon Gahul

Sekitar mungkin setahunlah, Bapak memutuskan untuk membeli kamera, sebuah SLR no less. Saat itu tengah tren di kalangan remaja, amatiran bawa kamera mahal yang digunakan hanya untuk foto-foto, terkadang self-portrait buat ngaca. Singkatnya, saya antilah sama begituan.

Oke jadi akhirnya fix beli. Saya netral lah. Yah memang terkadang pegang tapi sebatas shot saja, gak main setting atau apalah. Selalu untuk foto scenery, bukan orang. Ujungnya dihapus Ibu dengan alasan 'dikira cuma tes'. Jadi mungkin buat Ibu cuma foto dengan orang berpose didalamnya adalah sebuah foto.

Ceritanya kemarin baru pulang dari luar kota dan perjalanannya cukup panjang serta banyak kena macet. Ya capelah. Alhasil pagi overslept bangun telat dan akhirnya gak sekolah. Emang tidur agak maleman sih. Jangan salahkan saya Game Of Thrones begitu adiktif. Oke, karena bener-bener gak ada rencana dan lagi sangat nganggur, akhirnya saya ambil kamera.

Mulailah ngulik si Canon EOS 60 D ini. Ambil beberapa foto. Belajar setting 'baclground blur'. Lalu saya upload ke flickr, klik disini. Agak nyesel juga, coba sejak dulu kan bisa ambil gambar Malang, Bromo, Yogyakarta, Solo, Bali, Lombok, Gili Trawangan, Singapore.. apalah banyak dulu liburan. Well, better late than never laah ya.
Pokoknya salam kenal, wahai para suhu fotografi!

Ini saya cantumkan salah satu foto:

High & Mighty
High & Mighty