Tuesday, 28 May 2013

Politik Dinasti



Belakangan sedang tren.
.
Di Bantul, Ada Sri Surya Widati yang meneruskan kepemimpinan suaminya, Idham Samawi, sebagai Bupati Bantul, DI Yogyakarta. Rada baru, ada Nani Rosada, Istri walikota bandung incumbent Dada Rosada, sebagai Calon Wakil Wali Kota Mendampingi Ayi Vivananda yang sekarang masih menjabat sebagai wakil walikota. 

Politik dinasti tidak menyalahi aturan apapun. Tidak ada undang-undang yang melarang seorang anggota keluarga pejabat untuk maju mencalonkan diri. Dan toh masyarakat yang memilih sesuai keinginan hati. Jadi wajar saja di tanah air banyak terjadi politik dinasti. 

Mungkin yang perlu di regulasi adalah aturan terkait penampilan publik berupa kunjungan atau tugas negara serta iklan pemerintah di billboard 'menyambut bulan ramadhan', 'selamat datang di kota...', apalah. 

Istri seorang pejabat menemani suaminya kunjungan kerja saya kira sah-sah saja, bahkan terkadang konteksnya pas. Atau seperti di billboard tentang KB, kan lebih etis pak pejabat dan istri- mungkin ditambah 2 anak- ketimbang pak pejabat dan rekannya bersampingan dengan subteks 'DUA ANAK CUKUP'. 

Nah jadi kembali ke perorangan. Untuk kita ya silahkan pikirlah, apa memang layak mendapat suara anda atau tidak kan terserah diri sendiri. Praktis saja. Untuk para anggota keluarga 'dinasti' politik ya silahkan turut serta dalam membangun negara dan boleh saja memanfaatkan jabatan keluarga selama masih dalam aturan

Intinya, pilihan ada di tangan anda. Jadi mau pilih anak presiden yang sekarang menjabat sebagai anggota DPR? atau anak istri gubernur yang ikut pemilihan legislatif? Oligar.. eh, harus netral ya, ahem. Oke jadi begitulah.

Ya terserah.

No comments:

Post a Comment