Saturday, 18 May 2013

Tentang BeefGate PKS



Sedang populer belakangan PKS ini.

Dimulai dari awal 2013, saat presiden PKS, LHI tersangkut kasus korupsi suap impor daging sapi Australia. Pada 26 Maret KPK secara resmi menetapkan LHI sebagai tersangka. Sebelumnya, tanggal 29 Januari Fathanah sudah duluan diciduk oleh KPK di Hotel Le Meridie dengan Maharani Suciyono. Rumornya, saat ditangkap tim KPK mereka tidak berbusana.

Setelah Fathanah ditangkap, terungkaplah jaringan skandal yang menghebohkan tanah air. Fathanah diduga mendapat aliran dana korupsi daging sapi dari LHI. Nah ini yang mencengangkan. Uang tersebut mengalir lagi berupa hadiah-hadiah untuk beberapa wanita cantik. Nama seperti artis ternama Ayu Azhari, model majalah dewasa Vitalia Sesha, dan seorang mahasiswi Maharani Suciyono muncul ke permukaan. Bahkan, beredar rumor yang melibatkan nama besar lain seperti artis dangdut Tri Kurnia, Bahkan artis Kiki Amalia.

Nah, Ini yang saya aneh.

Dulu ada kasus Bank Century yang aliran dananya disinyalir lebih dari Rp 6,7 Triliun. Pihak yang tersangkut juga dari partai besar, seperti Demokrat.

Selanjutnya ada Lapindo. Korban Semburan Lumpur mencakup 1 kecamatan, termasuk rumah warga, persawahan, peternakan, bahkan industri kulit khas Porong, Sidoardjo. Lalu apa tindakan pemerintah? menetapkan bahwa kasus tersebut merupakan bencana alam. Ya, kecelakaan penggalian tanah oleh Lapindo milik Aburizal Bakrie dengan mudahnya ditetapkan menjadi bencana alam. Walhasil ketimbang Lapindo, pemerintah lah yang bertugas membayar ganti rugi dan mencari solusi. Rupanya pohon beringin masih punya tenaga keramatnya.

Ada juga Hambalang. Pemainnya dari mulai kader, anggota fraksi, hingga menteri dari Demokrat.

Dan semua kasus diatas hingga kini belum selesai.

Soal kasus asusila, wah banyak. Di daerah-daerah banyak kader dari berbagai partai bahkan partai agama selain PKS terkena kasus seperti main wanita, memakai obat-obatan terlarang, banyaklah.

Kasus partai besar banyak. Seperti belakangan isu Ingrid Kansil dengan anak tirinya sendiri. Selanjutnya ada Hellyana dari PPP yang tertangkap basah sedang selingkuh. Lalu ada Aceng Fikri yang sempat heboh. Diketahui bahwa Aceng sudah beberapa kali melakukan praktik nikah kilat. Sisanya banyaklah.

Lantas, mengapa begitu PKS yang kena beritanya heboh sekali?

1.
Media dikuasai partai. Jelaslah semua tahu TV ONE yang punya Golkar dan Metro TV milik Surya Paloh (Nasdem). Otomatis, kasus macam ini pastinya jadi lahan sangat-sangat menguntungkan untuk digarap. Wajarlah, toh kompetisi partai di Indonesia sampe penyegelan kantor DPP di beberapa daerah saja sudah biasa.

2.
Ekspektasi masyarakat. Dulu awal PKS muncul, PKS membrand diri sebagai partai agama yang bersih dan suci. Sejauh riwayatnya memang belum tersangkut kasus. Nah begitu kena masyarakat jelas merasa kecewa. PKS yang masyarakat harapkan sebagai partai yang bersih dan suci kok bisa terkena kasus macam begini.

Lantas begini, bagaimana kalau partai lain yang terkena? "ah sudah biasa". Jadi ya memang sedang sial saja. Ketimbang partai lain memang PKS relatif 'pemain baru' dalam ranah korupsi tanah air. Dan sebenarnya, ketimbang yang lain, angkanya pun relatif kecil. Namun ekspektasi masyarakat kan PKS ini harus suci dan bersih.

Jadi poin saya, jangan sampai lupa bahwa partai lain lebih parah dari PKS, namun bukan berarti PKS lebih baik dari yang lain, sekali koruptor ya koruptor seberapapun angkanya.  Jangan pula termakan media. Jangan pernah melupakan kasus lainnya seperti Hambalang, Century, dan Lapindo.

Ingat, partai lain juga koruptor.

No comments:

Post a Comment