Monday, 15 July 2013

Terlalu Pagi

Menurut saya, Bangun pagi itu tidak sehat.
Atau lebih tepatnya, Waktu mulai kesibukkan sekitar pukul 06.30 itu kurang baik.

Sebelumnya, saya bukan bicara jam bangun seperti sahur atau salat subuh untuk kaum muslim. Dan bukan pula jadwal urus burung peliharaan di pagi hari, yang tentu saja menyenangkan. Yang ingin saya bahas adalah Jam kerja atau sekolah, jam mulainya segala aktivitas, yang terlalu dini.

Oke, sekarang saya ambil contoh jadwal standar rata-rata anak SMA. Kira-kira begini:
05.00-06.15 bangun pagi dan salat subuh, bersiap untuk sekolah
06.15-06.45 berangkat ke sekolah
06.45 bel masuk sekolah
06.45-14.00 kegiatan belajar mengajar
14.00 bel selesai kbm
15.00-18.00 bimbel/les
18.00-19.00 makan malam
19.00-23.00 waktu bebas (belajar, main)
23.00-05.00 tidur malam

Jam masuk sekolah 06.45 saya rasa terlalu pagi, sekalipun diukur dengan standar Indonesia. Bahkan memang awalnya sekolah pada umumnya masuk pukul 07.00, namun berkat kebijaksanaan pak gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, waktu masuk sekolah di Jakarta diubah menjadi lebih awal, pukul 06.30. Dan parahnya, para edukator muluk di daerah mengikuti langkah sang gubernur besar.

Seorang tetangga yang merupakan pegawai BUMN, berangkat ke kantor kira-kira 08.00, yang walaupun dibandingkan dengan standar jam kerja di beberapa negara lain agak lebih pagi, saya rasa cocok di Indonesia. Memang jarak dari rumah ke kantor mungkin hanya membutuhkan kurang dari 15 menit menggunakan sepeda motor. Namun kenyataannya, tidak semua orang berkantor dekat.

Begini, seperti yang tadi saya bilang, tidak ada yang salah dengan bangun pagi. Bahkan menyehatkan. Nah alangkah sayangnya waktu pagi yang sehat itu tidak digunakan sebaik-baiknya. Coba bayangkan, hal yang hanya anda bisa lakukan di sabtu pagi bisa dilakukan setiap hari. Urus kandang burung, olahraga pagi, mandi dan sarapan pagi dengan santai, setalah salat subuh bisa dilanjut tidur, apalah. Berangkatpun tidak terburu-buru.

Mungkin pukul 6 pagi hari merupakan waktu yang tepat untuk mulai bersibuk, pada satu waktu dahulu. Entahlah saya sangat meragukan. Sayangnya, sekarang sudah berbeda.

Sekarang sudah lazim bagi anak sekolah untuk tidur pukul 1 dini hari. Lebih kurang sama dan seringkali lebih untuk orang dewasa. Disamping jadwal yang padat kendati mulai lebih awal, gaya hidup juga sudah berubah. Selesai kegiatan mungkin sekitar jam 6 sore jika tanpa kesibukan lain. Untuk yang bekerja paling cepat selesai mungkin sekitar jam 5 ditambah waktu perjalanan kurang lebih sama dengan pelajar, pukul 6 lebih. Mayoritas yang bekerja, pukul rata mungkin sekitar jam 8 sampai rumah. Sehingga wajar saja kebanyakan orang lebih memilih untuk menghabiskan sebagian waktu tidurnya untuk melakukan sesuatu. Namun demikian, jadwal besok tetap pagi.

Globalisasi, apalah. Mungkin hanya sekadar revolusi sosial yang sedang, selalu, terjadi di setiap masyarakat. Waktu kerja internasional yang menuntut puncak kesibukkan dimulai tengah hari dan gemerlap hiburan pelepas yang selalu ramai di tiap malam menuntut adaptasi tinggi yang sayangnya tidak terlalu ditanggapi dengan serius oleh institusi terkait, seperti pemerintah.

Memang sudah penyakit semi-kekal bahwa pemerintah Indonesia tidak begitu tanggap dengan kebutuhan rakyatnya-Lah wong monorail saja hanya baru-baru ini ramai menjadi bahan kampanye calon pejabat. Misal jam sekolah di jerman adalah dimulai 8am selesai 1pm. Jepang mulai pukul 9.30 pagi dan selesai pukul 3 siang, Malaysia dan Singapura mulai pukul 8.00 dan selesai 14.30. Dan agak mencengangkan betapa tertinggalnya taraf hidup Indonesia dibanding kedua negara serumpun tersebut.

Belakangan sempat baca pernyataan pak Jusuf Kalla terkait kemajuan teknologi bahwa seperti cina, "Kalau belum bisa cipatakan, tiru dulu". Nah mungkin bisa dimulai dari sistem waktu kerja.

No comments:

Post a Comment