Thursday, 8 August 2013

Memperingati Hari Jadi ASEAN

Hari ini, tepat tanggal 8 Agustus, ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) genap memasuki umurnya yang ke-46. Sebuah pencapaian gemilang atas kokohnya rasa persatuan yang kuat antara masyarakat yang sangat bhinneka. Pembuktian sebuah komunitas antar-bangsa yang, atas dasar solidaritas dan persaudaraan tinggi, saling bahu-membahu mengawal kemajuan rakyatnya selama 46 tahun melawan berbagai kesulitan hingga tekanan asing. Selama 46 tahun ASEAN berjuang untuk menjaga serta terus memajukan kawasan Asia Tenggara ini. Dan sudah tiba saatnya untuk kaum muda meneruskan mantel perjuangan para leluhurnya.

Di era globalisasi yang penuh potensi tak terbatas ini, ruang dan waktu sudah bukan halangan lagi. Anda dapat dengan mudah menjangkau seseorang dimanapun dan kapanpun tanpa kendala. Pihak ASEAN-pun turut responsif dalam menanggapi laju evolusi sosial dan teknologi yang sangat pesat ini melalui pengimplementasian berbagai program revolusioner yang mencakup segala bidang. Seperti program ASEAN Scholarship dan Asean University Network(AUN) serta berbagai pertukaran pelajar untuk bidang pendidikan, Blue Card System, Pemberlakuan zona dagang bebas di wilayah ASEAN (AFTA), AEC (ASEAN Economic Comubity) yang rencananya akan mulai diberlakukan tahun 2015, hingga rencana Common Time dan integrasi mata uang untuk negara-negara ASEAN. Semua itu hanya bisa dilakukan berkat adanya kooperasi yang kuat antar anggota. Tentunya kaum muda sebagai penerus bangsa harus siap mengawal kemajuan ASEAN akan isu-isu baru di masa depan.

Mengutip semangat Joint Agreement 10 pemimpin ASEAN beserta delegasi kaum muda ASEAN, fokus pembangunan ASEAN terdiri dari tiga hal fundamental, yakni Pendidikan, Kepemimpinan, dan kewirausahaan. Pernyataan tersebut seolah menyerukan semangat perjuangan kepada kaum muda ASEAN dan khususnya Indonesia, untuk bangkit dan berkontribusi bersama-sama memperjuangkan kemajuan kawasan asia tenggara.

Tujuan yang sama juga menjadi salah satu faktor yang mendukung adanya persatuan antara negara regional Asia Tenggara dibawah suatu organisasi Internasional. Disamping kepentingan kesejahteraan rakyat, politik juga menjadi isu besar di masa kini. Republik Rakyat Cina yang tumbuh menjadi sebuah negara adidaya baru dan Amerika yang berencana menempatkan 60% militernya di kawasan Asia Pasifik serta kekuatan-kekuatan lama saling memperebutkan Sphere of Influence di wilayah yang kaya akan sumber daya alam ini. Hal ini membuktikan bahwa betapa dibutukannya persatuan yang kuat antara negara regional Asia Tenggara untuk membendung pengaruh politik asing. Bahkan dengan adanya organisasi persatuan seperti ASEAN, seperti yang sudah dibuktikan oleh EU, negara-negara tersebut dibawah satu entiti dapat berkembang menjadi sebuah kekuatan adidaya baru.

Sudah selayaknya masyarakat Indonesia sebagai pemegang teguh dasar negara Pancasila dan UUD 1945 sebagai pedoman hidup dan bernegara untuk mengamalkan salah satu pokok utama kedua landasan negara tersebut, yakni turut menjaga perdamaian dunia dan bersifat kooperatif dalam membina hubungan baik lintas nasional. Ini sangat berkorelasi dengan gagasan mulia para pendiri ASEAN. Maka dari itu, kesadaran akan pentingnya hal tersebut sudah tidak dapat dipertanyakan lagi. Hubungan mutualisme yang saling menguntungkan dan rasa persatuan kuat menjadikannya sebuah dorongan untuk terus mempererat hubungan dan saling membantu dalam pencapaian solusi baik isu bilateral seperti perbatasan hingga masalah regional agar dapat terselesaikan dengan mudah dan terhindar dari konflik internasional.

Kesadaran akan pentingnya keberadaan ASEAN harus ditanamkan dalam jiwa masyarakatnya. Memang tentu ada beberapa kendala dalam pemberlakuannya, seperti isu primitif macam rasial, suku, dan agama hingga perbedaan ideologi bangsa. Namun, melalui teori bahwa adanya korelasi kuat antara ideologi bangsa itu sendiri dan betapa prospek faedah yang terkandung sangat berpotensi tinggi tentunya masyarakat akan sadar bahwa betapa isu-isu kecil diatas dapat dengan mudah dikesampingkan dengan mempertimbangkan prospek besar tersebut.

Tentunya sangat dibutuhkan dukungan pemerintah dan segenap elemen masyarakat dalam menggemakan ide-ide positif perjuangan integrasi ASEAN. Dengan tetap berpegang kepada fokus pembangunan dari Joint Agreement diatas, pemerintah terutama melalui sistem Pendidikan dapat berkontribusi secara besar dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya keberadaan ASEAN, khususnya untuk generasi muda Indonesia. Dalam hal ini, pendidikan dapat berupa dimasukkannya materi ASEAN ke dalam silabus kurikulum sejak SD hingga Perguruan Tinggi. Disamping itu, masih banyak hal yang dapat dilakukan diluar pendidikan seperti ditetapkannya hari libur dalam rangka merayakan hari jadi ASEAN setiap tanggal 8 agustus. Turut pula penggunaan berbagai media dan penerangan langsung dengan memanfaatkan pergerakan institusi-institusi terkait dan aktivis dalam program-program penyuluhan.

Dalam rangka menyambut hari jadi ASEAN, yang kebetulan dekat dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia dan bersamaan dengan hari raya Idul Fitri ini, mari kita tingkatkan semangat persatuan antara saudara setanah air dan kamerad serumpun dekat kita.

No comments:

Post a Comment