Wednesday, 20 November 2013

Mengapa Finlandia Memiliki Sistem Pendidikan Terbaik Di Dunia

Finlandia

ESQ Bimbel Smartplus – Mengejutkan. Ternyata negara yang paling oke tata kelola pendidikannya bukanlah Amerika Serikat, Jepang atau Jerman. Akan tetapi, kiblat pendidikan dunia saat ini mengarah ke negara Finlandia.
Amerika Serikat sendiri berada jauh dibawah level Finlandia, tepatnya di urutan ke-17. Lalu, dimana daya tariknya sistem pendidikan di Finlandia dengan negara-negara lainnya khususnya Indonesia? Jawabannya adalah di kemandirian siswa dan gurunya.
Di Finlandia kemandirian dalam mengikuti proses belajar mengajar itu tidak hanya dinikmati oleh guru-gurunya yang begitu dihormati tetapi juga ditularkan kepada para pelajar melalui berbagai kesempatan-kesempatan penting.
Salah satunya dimana setiap pelajar diberi otonomi khusus untuk menentukan jadwal ujiannya untuk mata pelajaran yang menurutnya sudah dia kuasai.
Sistem inilah yang dipertahankan oleh Finlandia hingga akhirnya berhasil mengantarkan negara ini berada pada posisi puncak sebagai negara yang paling berhasil mengelola pendidikan nasionalnya.
Fantastiknya, dalam evaluasi belajar, angka ketidak lulusan secara nasional tidak pernah melebihi 2 persen pertahunnya. Finlandia juga tidak mengenal istilah ujian semester apalagi ujian nasional layaknya ditanah air.
Evaluasi belajar secara nasional dilakukan tanpa ada intervensi pemerintah sekali pun. Karena setiap sekolah bahkan guru berkuasa penuh untuk menyusun kurikulumnya sendiri.
Jadi jangan pernah berhayal bahwa guru-guru di Finlandia disibukkan untuk mengejar terget-target tertentu karena di negeri ini guru selalu menyesuaikan bahan ajarnya dengan kebutuhan setiap pelajar.
Jadi, di Finlandia siapa pun presidennya dan menteri pendidikannya tidak akan berpengaruh signifikan terhadap masa depan pendidikan. Karena fungsi pemerintah dalam memajukan sektor pendidikan adalah dukungan finansial dan legalitas.
Mau bagaimana caranya, maka gurulah yang berwewenang atas itu karena guru dipandang sebagai sosok yang paling mengerti mau dimana wajah pendidikan Finlandia dibawa dimasa yang akan datang.
Sistem ini telah berdampak positif kepada pola cara mengajar guru yang tidak terlalu dipusingkan oleh hiruk pikuknya politik nasional negaranya.
Keseriusan negara Finlandia menyokong keberhasilan pendidikan nasionalnya dibuktikan dengan diterapkannya kebijakan gratis sekolah 12 tahun. Kerenkan?
Guru-guru Finlandia adalah lulusan terbaik setiap perguruan tinggi dan mereka harus masuk dalam kelompok 10 besar lulusan terbaik. Jika tidak, jangan pernah bermimpi jadi guru di negeri ini.
Itulah sebabnya guru-guru di Finlandia betul-betul berdedikasi tinggi. Gajinya besar dong? Tidak. Guru-guru Finlandia justru digaji dengan gaji secukupnya bahkan bisa dikatakan kurang memadai.
Tetapi gurunya begitu menikmati profesinya hal ini karena mayoritas masyarakat Finlandia begitu menghormati dan menghargai profesi seorang guru.
Di Finlandia hanya ada guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah fantastis. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan, dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima. Persaingannya lebih ketat daripada masuk ke fakultas hukum atau kedokteran!
Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, Finlandia justru percaya bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. Terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajarkan kepada siswa untuk semata lolos dari ujian, ungkap seorang guru di Finlandia.
the-national-curriculum-is-only-broad-guidelines
Pada usia 18 th siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi.
Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK!
Ini membantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri, kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia.
Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. Adanya terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan, dan mengakibatkan suasana belajar menjadi tidak menyenangkan.
Kelompok siswa yang lambat mendapat dukungan intensif. Hal ini juga yang membuat Finlandia sukses.
Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD. Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan prilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dlsb. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha.
Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan “Kamu salah” pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya.
Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing. Ranking hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya.
Ditanah air Indonesia, sebenarnya sistem pendidikan Finlandia telah terterapkan sejak tahun 1961 melalui wadah gerakan pramuka. Apa yang berlaku di Finlandia jelas-jelas merupakan sistem pendidikan yang berlalu di gerakan pramuka.
Dimana setiap kecakapan dan keterampilan dibidang tertentu yang dimiliki oleh setiap anggota pramuka, bila sudah merasa mampu bisa mengusulkan diri untuk di uji.
Disamping itu, setiap 32 orang anggota pramuka dibina oleh 3 orang pembina secara terus menerus. Akan tetapi sistem pendidikan kepanduan ditanah air ini tidak mendapat respon yang positif ditanah air.
Buktinya kendati berhasil melahirkan kader-kader bangsa yang mandiri, negara ternyata tidak berani mengalokasikan dana BOS yang ada pada setiap sekolah untuk sepersekian persen wajib dipergunakan untuk mengelola gerakan pramuka di gugus depan.
Pendidikan nasional kita yang masih sarat dengan kepentingan politik kepala daerah menjadikan potret pendidikan begitu semraut. Pelaksanaan UN yang jelas lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya selalu dipertahankan untuk alasan yang tidak jelas.
Bahkan ironisnya lagi, UN telah mengajarkan bangsa ini bagaimana berlaku curang dan menipu. Gilanya lagi peserta UN dikawal dan diamati setiap detik melalui layar CCTV.
Seperti teroriskan. Cara-cara gila ini begitu dibangga-banggakan oleh pemerintah bahkan institusi pendidikan sendiri. Padahal metode ini punya dampak physicologi bagi para pelajar dimana UN benar-benar menjadi beban berat.
Jadi jangan heran bila di Nias pada hari pertama UN ada siswa yang meninggal dunia begitu menerima lembar soal ujian.
Finlandia tidak pernah membebani muridnya untuk hal-hal yang kurang bermutu atau mengurangi ke-kreativitasan seorang anak setelah meninggalkan rumah sekolah.
Maka, tugas tugas (PR), les tambahan dan bimbingan ini dan itu nyaris tidak pernah ada di Finlandia. Bagaimana dengan tanah air? Tekanan yang begitu berat sangat terasa apalagi menjelang ujian nasional.
Setiap murid selalu diberi les tambahan yang berlebihan, pelajar di wajibkan mengikuti Tryout hampir tiap bulan dengan alasan untuk mengukur kemampuan siswa.
Dirumah disuguhi lagi dengan tugas-tugas berat bahkan ada lagi menu les tambahan yang ditawarkan padahal nuansa bisnisnya lebih terasa daripada urgensinya bagi peserta didik. Repot bukan?
Alhasil, pelajar tanah air lahir dan besar tanpa pernah mempergunakan otaknya untuk berkreativitas. Generasi muda pun besar penuh dengan tekanan. Jadi jangan heran, walaupun lulus UN 100 persen ternyata persentasi lulus SMPTN berbanding terbalik dengan kelulusan UN.
Inilah setidaknya potret pendidikan kita dewasa ini. Indonesia jatuh kepada tingkat kekhawatiran yang terlalu berlebihan. Alih-alih untuk mencerdaskan bangsa tetapi cara-cara yang dilakukan justru mengantarkan bangsa ini kelembah kehancuran.
Oleh karena itu kita perlu berbenah. Mengembalikan sistem pendidikan kezaman dahulu kala (seperti cerita orangtua kita) dimana setiap anak dan orangtua begitu menghormati guru perlu kita lakukan.
Guru harus diberi otoritas penuh untuk mengatur kurikulumnya sendiri. Setiap anak juga tidak dibebani dengan tugas ini dan itu. Bahkan birokrasi pendidikan kita yang berbelit-belit perlahan-lahan harus dikurangi.
Wajib belajar 12 tahun mutlak harus dilakukan tentunya dengan biaya gratis. Tidak hanya itu wajar 12 tahun itu harus dengan satu izajah saja yaitu izajah SMA.
Sedangkan untuk SD dan SMP tidak lagi mengeluarkan izajah mengingat tuntutan dunia kerja saat ini pun izajah dua jenjang pendidikan ini tidak begitu diperlukan.
Oleh karena itu, perpindahan dari tingkat SD ke SMP cukuplah dengan nilai rapor begitu juga dari SMP ke SMA.
Maka evaluasi belajar secara nasional hanya dilakukan dijenjang SMA ketika yang bersangkutan akan melanjut keperguruan tinggi atau merambah dunia kerja.
Menggratiskan pendidikan dinegara ini bukanlah hal yang mustahil. Bukankah 40 persen APBN kita mark-up dan 30 persennya dikorupsi.
Jadi andai pengelolaan keuangan negara kita ditata dengan baik maka tidak mustahil dimasa-masa yang akan datang biaya pendidikan kita yang saat ini ditampung 20 persen dalam APBN kedepannya akan meningkat menjadi 50 persen.
Bila sudah demikian, bukankah pendidikan kita sudah bisa digratiskan.
Beberapa hal yang mungkin bisa ditiru, dari sistem pendidikan yang ada di Finladia, diantaranya :

finnish-children-dont-start-school-until-they-are-7
1. Anak Finlandia tidak memulai sekolah sampai usia mereka 7 Thn. ( Bandingkan dengan para orangtua di Indonesia justru bangga anaknya sekolah pada usia dibawah usia 7 tahun. bahkan dengan beben pembelajaran yang berat.)
2. Tidak di bebani Ujian dan PR, sampai menjelang usia mereka remaja.
3. Anak-anak tidak diukur sama sekali selama enam tahun pertama pendidikan mereka. ( Pada sistem pendidikan kita , Murid SD sampai stress karena sering ditakuti Pihak sekolah, dengan seabreg Ujian, Padahal terkadang anak sering tidak diajar ).
The children are not measured at all for the first six years of their education.
4. Hanya ada satu tes standar wajib di Finlandia, yang diambil ketika anak-anak berusia 16 Tahun. ( Bandingkan dengan sistem ujian ujian di SMP dan  SMA, Ditambah UN, bukan saja membuat Lembaga pendidikan tidak jujur, Anak hanya dihargai Otaknya saja, Minus bakat dan Minat,)
5. Tidak ada Kelas Unggulan,semua kemampuan berada pada kelas yang sama. Dan terbukti akhirnya RSBI /RSI di indonesia oleh MK dicabut keberadaanya, karena akan tercipta kasta kasta baru dalam dunia pendidikan.
the-difference-between-weakest-and-strongest-students-is-the-smallest-in-the-world
6.Finlandia menghabiskan sekitar 30 persen lebih untuk biaya pendidikan  per siswa mengungguli  Amerika Serikat.
7.  30 persen anak-anak menerima bantuan tambahan selama sembilan tahun pertama mereka sekolah.
8. 66 persen siswa masuk ke perguruan tinggi.Dan tertinggi di erofa
9.  Nyaris semua siswa memilki kemampuan akademis yang merata
10. Kelas sains maksimal 16 siswa sehingga mereka dapat melakukan eksperimen praktis dalam setiap kelas.
.Science classes are capped at 16 students so that they may perform practical experiments in every class.
teachers-only-spend-4-hours-a-day-in-the-classroom-and-take-2-hours-a-week-for-professional-development
11. 93 persen masyarakat Finlandia lulus dari SMA.bahkan17,5  peresen lebih tinggi dari AS .
12. 43 persen dari Finlandia siswa sekolah menengah pergi ke sekolah kejuruan.
13.Siswa SD mendapatkan 75 menit dari istirahat sehari di Finlandia dibandingkan rata-rata 27 menit di Amerika Serikat.
43 percent of Finnish high-school students go to vocational schools.
14. Guru hanya menghabiskan 4 jam sehari di dalam kelas, dan mengambil 2 jam seminggu untuk “pengembangan profesional.”
Teachers only spend 4 hours a day in the classroom, and take 2 hours a week for “professional development.”
15. Finlandia memiliki jumlah  guru sebanyak di  New York City, namun siswa jauh lebih sedikit. Dengan perbandingan 600.000 siswa di finlandia dengan 1,1 juta di NYC.
Sumber: http://esqsmartplus.com/mengapa-finlandia-memiliki-sistem-pendidikan-terbaik-di-dunia/#sthash.ihnKj82u.dpuf

Tuesday, 19 November 2013

Monday, 18 November 2013

Almost Famous (2010)



Film terbaik dari daftar karya Cameron Crowe yang mengesankan.

Nostalgia, seperti pepatah lama, sudah tidak seperti sedia kala. Setelah para baby boomers mulai menua, kendati sangat lambat, yang sekarang disebut kenangan muda adalah tentang drug, seks, dan alkohol. Tentunya lebih menarik daripada, katakanlah, petualangan Ozzie dan Harriet.

Masa muda penulis dan sutradara Cameron Crowe adalah apa yang generasi muda kala itu (dan saya!) cita-citakan. Jika tidak bisa menjadi bintang rock 'n roll, maka jurnalis rock 'n roll menjadi pilihan karir yang menyenangkan. Dan sekarang aspirasi sebatas mimpi ini dapat terwakilkan.

Pada akhir masa emas rock 'n roll, 1973, William Miller (Patrick Fugit) baru saja menemukan musik, lewat record yang kakaknya (Zooey Deschanel) wariskan sebelum pergi meninggalkan rumah. Ibunya Elaine (Frances McDormand) melarang anak-anaknya untuk mendengarkan musik rock 'n roll karena menganggapnya sebagai pengaruh buruk. Terlepas dari Ibunya, William membuat nama untuk dirinya sendiri dengan menulis ulasan di koran sekolah dan majalah independen. Bakatnya ditemukan oleh Lester Bangs (Philip Seymour Hoffman), editor majalah musik Creeme, yang kemudian memperkerjakan William untuk menulisan ulasan Black Sabbath. Ketika William mencoba untuk masuk ke backstage konser Black Sabbath, ia ditolak oleh keamanan karena tak memiliki izin dan dianggap dibawah umur (kenyataannya ia memang masih 15 tahun). Kemudian datanglah band Stillwater, sebuah grup musik rock yang sedang naik daun. William akhirnya diperbolehkan masuk bersama Stillwater. Mulai terjalin hubungan William dengan Stillwater. Walaupun mulanya berjarak, hubungan mereka semakin dekat atas dasar pertemanannya dengan vokalis Russel Hammond (Billy Crudup), dan pacarnya (groupies, apalah), Penny Lane (Kate Hudson).

Penny Lane dan sekelompok gadis lainnya menyebut diri mereka "Stillwater's band aids". Band aids tidak berbeda jauh dengan groupies, tetapi mereka juga ikut dalam perjalanan tur Stillwater. Sebagai teman dekat dari Stillwater, William dibayar Rolling Stone (lengkap adegan menelpon dengan suara dituakan, persis apa yang dilakukan Crowe pada masa remajanya)  untuk melakukan wawancara dengan Stillwater dan menulis artikel tentangnya.

Apa yang seharusnya sebuah trip singkat empat hari segera menjadi perjalanan panjang satu bulan.

Film ini berhasil menangkap jiwa rock 'n roll yang penuh gairah. Crowe mendapatkan rasa sakit yang sama untuk menggali kebenaran para karakter ini seperti yang dilakukannya dengan musik. Soundtrack antiknya yang indah dilengkapi lagu otentik untuk Stillwater, ciptaan crowe sendiri dan istrinya, Nancy Wilson dari grup musik Heart. Dengan ikon rock seperti Peter Frampton sebagai konsultan, Crowe berhasil menangkap megahnya era rock 'n roll. Jangan harap Almost Famous sebuah film manis tentang road trip. Rock adalah tentang masa muda, pembangkangan, dan bahaya serta perasaan bertentangan dari pikiran anda yang tidak dapat dijabarkan. Keberhasilan Crowe adalah kecemerlangannya dalam menangkap sensasi menggairahkan akan kehilangan cherry anda untuk rock 'n roll. Almost Famous adalah sebuah keberhasilan karena Crowe berani memakai hatinya sebagai alas. Untuk film ini setidaknya, Crowe berada diantara mereka.

Friday, 1 November 2013

American Beauty (2010)



"The worst thing anyone can be is normal."

Sebuah debut layar lebar pertama dari jawara teater Trans Atlantik, Sam Mendes. Pada saat ulasan ini ditulis, tentunya Sam Mendes sudah jauh lebih terkenal, lewat karya seperti Revolutionary Road, The Kite Runner, Road To Perdition, hingga keluaran paling anyar dari franchise James Bond: Skyfall. Dan patut diketahui juga bahwa penulis screenplay Alan Ball -yang lewat film ini dianugerahi Academy Awards 'Best Original Screenplay' dan kelak nantinya menulis 'True Blood' dan 'Six Feet Under'- ialah otak dibalik cerita film ini. Ia sendiri yang mencari sutradara yang tepat hingga akhirnya menunjuk Mendes.

Lester Burnham (Kevin Spacey) adalah seorang patriarkal muram suatu keluarga suburban -sebuah analogi paling universal dari rata-rata keluarga amerika pada masa itu- dari istri Carolyn (Annette Benning) dan putrinya Jane (Thora Birch) yang tengah melalui fase 'krisis paruh baya'. Dia memutuskan untuk memutarbalikkan hidupnya yang opresif setelah mengembangkan obsesi untuk teman putrinya yang menarik, Angela (Mena Suvari) dan berkenalan dengan Ricky (Wes Bentley), seorang anak remaja tetangga baru.

Kevin Spacey berhasil menangkap nuansa komikal dan getir lewat perannya dalam Lester Burnham. Kita pertama kali bertemu dengan  Lester ketika dia sedang, ahem, masturbasi di kamar mandi. "Funny Thing is" Lester bilang dalam suara narasinya, "this will be the high point of my day". Lester tidak main-main. Istrinya Carolyn adalah seorang agen properti dengan emosi yang tertekan. Kegemaran Carolyn -taman mawarnya, uang,  tape motivasi, dan citra keberhasilan yang dia berusaha untuk pertahankan- tidak termasuk suaminya. "See the way the handle on her pruning shears matches her gardening clogs?" tanya Lester. "That's not an accident."

Selama menonton film ini, saya diingatkan bahwa keseharian di sekitar kita tidak selalu sepenuhnya nyata, lewat seorang karakter unik yang melihat dunia dari lensa kamera sebagai sebuah upaya untuk melihat memperhatikan dan merasakan kenyataan dari alam dan keindahan dan bahkan kematian.

Hal ini membuat saya kesal pada awalnya. Saya tidak pernah mengerti orang-orang yang menghabiskan sepanjang liburannya terpaku pada camcorder atau alat rekam lainnya. Ya memang mereka mendapatkan memori permanen akan liburannya tersebut, namun mereka tidak akan pernah benar-benar merasakan keindahannya secara nyata.

Dan saya pikir ini juga merupakan pendekatan Ricky pada kehidupan: Ia melihat dunia lewat sebuah filter, sebuah lensa. Kamarnya penuh dengan rekaman video kenangan dari dunianya, tetapi apa yang benar-benar telah dia lihat lewat mata kepalanya sendiri?

Kemudian barulah saya sadari bahwa untuk hampir setiap karakter dalam American Beauty, tampilan adalah yang terpenting. Carolyn dengan fantasi keluarga suburbia yang bahagia. Ayah Ricky (Chris Cooper) yang homophobic merasa terganggu oleh tetangga gay-nya yang berani untuk tidak menyembunyikan hubungan mereka. Jane terobsesi oleh penampilannya, tak sadar betapa menarik ia sebenarnya, sementara temannya Angela, terobsesi akan dirinya sendiri. Ricky sendiri harus berpura-pura dimata ayahnya sebagai "an upstanding young citizen with a respectable job" ketika ia sebenarnya merupakan seorang pengedar narkoba.

American Beauty bercerita tentang kerinduan akan masa muda, kehormatan, kejayaan, dan tentu saja, keindahan. Kala seorang berhenti bermimpi adalah saat ia membatu batinnya. Pikiran Lester tentang Angela memang kotor, tapi bukanlah suatu yang sesat; dia ingin melakukan apa yang pria diprogram untuk lakukan, dengan wanita paling cantik yang pernah dia temui. American Beauty tidak se-gelap atau sinting seperti "Happines", sebuah karya luar biasa yang dirilis beberapa waktu berdekatan untuk mengungkap realita kehidupan masyarakat Amerika. Ini lebih mengenai kegelapan dan kesepian daripada kekejaman dan kebiadaban. Tidak ada yang benar-benar jahat dalam film ini, hanya terbentuk sedemikian rupa oleh masyarakat dimana mereka tidak bisa menjadi diri sendiri, atau merasa sukacita.

Itulah hal-hal yang ditangkap American Beauty ketika Mendes mendera penonton dari humor ke horor hingga sesuatu yang puitis dan manusiawi. Hasilnya adalah sejenis pembangkangan berseni yang Hollywood biasanya tidak berani sampaikan: komedi menyentak yang membuat anda tertawa hingga terasa sakit.