Wednesday, 12 March 2014

Kenapa Sheffield United

File:Sheffield United FC logo.svg

Sekarang sepak bola jadi semakin memasyarakat. Paling mentok, minimal setiap orang punya klub liga Inggris andalan masing-masing. Manchester United, Manchester City, Arsenal. Nama besar. Lalu ketika mulai tahap pencarian klub favorit, belakangan sedang meningkat popularitas klub-klub papan tengah di tanah air. Sebutlah West Ham United. Tak sampai disitu, bahkan beberapa memutuskan untuk menjadi fans tim liga bawah -Championship hingga League 2- seperti Leeds United. Dan sebelum muncul spekulasi penuh kecurigaan, gak, saya gak bakal komplain betapa para karbitan itu telah mencoreng nama baik 'football geek'. Gak akan kok, ahem.

Saya pribadi pertama kenal dengan Sheffield United ketika The Blades masih berada di Premier League, sekitar saya kelas 4 SD, kurang lebih 2006. Saat itu yah tipikal anak SD, belum mengenal sistem liga. Cuma tau nonton match dan piala dunia. Pas liat match Sheff Utd, kepincutlah lambangnya. Entahlah, bagi saya dulu lambang 2 pedang untuk tim sepakbola itu keren.

Seiring waktu, masuklah SMP. Nah disinilah mulai betul-betul kenal Sheff Utd via game komputer Football Manager. Waktu itu masih 2008, jadi main FM8. Wah jatuh cintalah. Memang dasarnya dulu SD senang main game strategi juga. Paling seru rekrut staff. FM8 ini kan agak buggy, ya namanya game lama. Pernah pake trainer juga, staff board saya ada Wenger, Ferguson, Mou, apalah lupa. Bahaha bisa ya.

Kembali ke judul, lantas pertanyaan paling vital kali ini adalah:

"What's not to love?"

Sheffield United merupakan salah satu pionir dari Liga Sepakbola Inggris. Didirikan pada tahun 1889, Sheff Utd sudah terlebih dahulu ikut bertanding dalam kompetisi sepakbola Inggris -nun jauh sebelum tim besar kontemporer seperti Liverpool, Newcastle, dan West Ham. Dalam sejarahnya, Sheff Utd pernah beberapa kali memenangkan kompetisi nasional seperti FA Cup dan Liga.

Dalam hal bisnis, komisariat dinilai cukup berhasil. Pemilik saham terbanyak Sheff Utd, Kevin McCabe, memiliki beberapa klub lain yang tersebar di seluruh belahan dunia. Dari mulai Ferencvarosi TC dari Hungaria, Central Coast Mariners dari Australia, Dubai Blades dari UAE, hingga terakhir Chengdu Blades dari Cina. Tak hanya itu, mereka juga berhasil membina afiliasi dengan beberapa klub internasional seperti Arklow Town dari Irlandia, Estudiantes dari Argentina, Sao Paulo asal Brazil, Strindheim IL dari Norwegia, White Star Woluwe dari Belgia, hingga Tata Football Academy dari India. Keuangan juga boleh dibilang berhasil. Dari penjualan pemain saja profitnya sudah besar; beberapa nama besar dari akademi Sheff Utd seperti Kyle Walker dan Kyle Naughton yang sekarang bermain untuk Tottenham Hotspurs bahkan hingga sekarang masih memiliki klausul dengan nominal yang cukup besar.

Memang harus diakui, kondisi klub sekarang tengah mencapai titik paling rendah. Kejatuhan paling parah dialami pada musim 2006/2007 euforia masuk premier tengah kencang-kencangnya didengungkan, dalam musim yang sama Sheff Utd yang kala itu dibawah asuhan Neil Warnock -pelatih yang sama ketika promosi ke Premier- jatuh kembali ke tingkat Championship. Ketika semua orang berpikir itu sudahlah titik terparah dan saatnya untuk bangkit, klub malah jatuh lebih jauh ke dalam lubang relegasi -turun ke liga 1. Kala itu banyak pemain penting meninggalkan klub, seperti Phil Jagielka dan Michael Tonge. Pada titik inilah stabilisasi klub dimulai.

Tahun ke tahun Sheff Utd semakin meningkatkan kualitas. Klub mulai berbenah. Tidak hanya ambisi promosi, klub mulai meningkatkan berbagai aspek sebagai klub sepakbola profesional secara keseluruhan: Fasilitas, program akademi, koneksi, serta rezim pelatihan untuk setiap pemain. Revolusi ini belakangan membuahkan hasil: Fasilitas dan akademi kelas satu. Cukup mengesankan bagi sebuah klub liga 1 untuk memiliki stadium dengan kapasitas penonton setara dengan klub-klub besar di liga premier.

Ditunjuknya Nigel Clough, putra dari pelatih Inggris paling legendaris: Brian Clough, seakan membawa angin perubahan untuk Sheffield United. Oh ya hampir lupa info penting, tahun kemarin Kev McCabe menjual 50% dari saham yang dimilikinya selama 10 tahun ini kepada salah seorang pangeran asal Saudi: Pangeran Abdullah Bin Musa'ad. Musim yang baik bagi kami.

Jadi ya begitulah, besar harapan saya untuk The Blades pada musim ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
Or it could just be my fav team because they're great for the excuse, "Ya wajarlah urang kalah, orang pake tim jelek". Hehehehe...

No comments:

Post a Comment