Saturday, 10 May 2014

The Hunt (Jagten) (2014)



Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Dan film ini menyajikannya dengan sangat, sangat brutal.

Dikisahkan seorang guru dari Denmark dengan reputasi baik, Lucas (Mads Mikkelsen), baru saja kehilangan pekerjaannya karena sekolah tempatnya mengajar ditutup. Disamping itu, Lucas juga tengah berjuang untuk mendapatkan hak asuh anaknya. Pada saat dimulainya film ini, nasib Lucas sedang baik. Hidupnya sudah cukup stabil, proses pengadilan hak asuh juga dikatakan mengalami peningkatan di pihaknya. Kehidupan pribadinya bagus, hubungannya dengan salah satu rekan kerjanya di nursery tempatnya bekerja juga sedang mujur. Namun, ditengah kondisi hidupnya yang perlahan sedang meningkat, datanglah satu perkara besar yang sangat tidak terduga.

Untuk membahas plot lebih dalam disini akan mengungkapkan terlalu banyak, jadi cukuplah saya katakan bahwa film ini sangat gelap dan membahas beberapa isu yang agak berat.

Jagten adalah sebuah film yang cerdas. Thomas Vinterberg sebagai sutradara berhasil membawakan sebuah karya yang sangat indah dan gelap. Film ini berhasil menghantarkan penonton menuju sebuah tempat yang penuh dengan emosi dan tekanan. Plot dibangun dengan sabar, melalui tempo yang pas sehingga menghasilkan impresi yang kuat, hasil buah tangan kolaborasi Vintenberg dan Tobias Lindholm.

Lewat peranan cemerlangnya pada Lucas, Mads Mikkelsen berhasil membuat saya frustasi dan muak. Lucas digambarkan memiliki perwatakan yang sangat penyabar dan pasif. Ketika mengetahui dirinya berada dalam masalah, ia dengan tegar mengakui bahwa memang tak ada yang dapat dilakukannya untuk merubah situasi. Penghargaan aktor terbaik dari Cannes Film Festival adalah sangat wajar. Mikkelsen dengan brilian berhasil menggambarkan tokoh Lucas dengan sempurna; emosi yang diperankan terlihat sangat cocok dan natural.

Sinematografi dalam Jagten juga berperan penting dalam kesuksesan film ini. Charlotte Bruus Christensen berhasil menangkap indahnya lanskap Demark; bahwa kedamaian yang digambarkannya dengan tenang meneduhkan jiwa penonton, di tengah segala kemelut yang terjadi. Christensen juga dengan baik memainkan pencahayaan pada tiap-tiap adegan; dimana intensitasnya menggambarkan emosi yang dominan.

Kualitas teknikal yang rapi dan plot yang emosional serta akting yang cemerlang berhasil membuat sebuah plot yang didasari atas premis yang sempit dan sederhana menjadi sebuah karya yang sangat cerdas dan cemerlang. 

Jagten, sejauh ini untuk saya merupakan film yang paling depresif. Film ini adalah sebuah pernyataan yang dengan berani memukul keras pada sifat masyarakat kontemporer yang paling suka menghakimi tanpa keinginan untuk menelusuri fakta yang sebenarnya dan menarik konklusi hanya dari judulnya saja; tema kontroversial -yang saya pikir sudah terlalu sering terulang dalam sejarah- yang pedih dan bertentangan pada kebenarannya.

Pada akhirnya, saya tidak akan menyarakankan pada mereka yang berhati lemah untuk menonton film ini. Di akhir film, yang saya rasakan adalah mati rasa, ketidakberdayaan, dan ketakutan. Jagten membuat saya menyadari bahwa hal demikian bisa saja terjadi tanpa terduga. bahwa satu saja ungkapan ceroboh dapat menghancurkan kehidupan seseorang; saya, maupun anda.

No comments:

Post a Comment