Tuesday, 11 October 2016

Rembang Melawan, Rembang Menang

Foto: CNN Indonesia
Kawan-kawan yang baik, ada berita menggembirakan datang dari saudari dan saudara kita di Rembang dan Pati. PK (Peninjauan Kembali) yang diajukan oleh masyarakat Rembang dan Pati mengenai izin lingkungan pembangunan pabrik semen PT Semen Indonesia dikabulkan oleh Mahkamah Agung. Pengabulan PK tersebut praktis mencabut izin lingkungan sehingga segala aktivitas pertambangan karst harus dihentikan. Ini merupakan kedua kalinya PT Semen Indonesia dikalahkan di meja hijau, setelah sebelumnya ia digugat oleh warga Samin pada tahun 2009 - yang kemudian memaksanya untuk memindahkan lokasi pembangunan ke kecamatan Gunem, Rembang.
Kemenangan ini tentunya tidak bisa dilepaskan dari perlawanan-perlawanan diluar persidangan, seperti aksi massa dan propaganda secara masif lewat berbagai bentuk dan media. Berbagai kiat dilakukan oleh warga Rembang sendiri, seperti mengorganisir aksi-aksi di Rembang, giat mengisi kuliah di kampus-kampus, mendirikan tenda perjuangan, hingga mengecor kakinya di depan istana untuk memaksa presiden bertemu mereka. Hasilnya: pembuatan Kajian Lingkungan Hidup Strategis atau KLHS (pertama di Indonesia jika terealisasi) atas rencana pembangunan di Rembang. Hal itu menjadi inspirasi bahwa tidak ada perjuangan yang sia-sia.
Pelaksanaan putusan tersebut harus kita kawal dengan sangat ketat. Tentu masih segar dalam benak kita semua bagaimana penggusuran Bukit Duri tetap berjalan kendati proses gugatan di pengadilan belum selesai, atau hal serupa yang terjadi pada kasus eksploitasi bijih besi di Bangka oleh PT PPM. Sebuah putusan MA tak ada gunanya jika legalitas hanya digunakan sebagai alat represi bagi mereka yang kuat. Maka dari itu, pengabulan PK masyarakat Rembang dan Pati oleh MA harus menjadi katalis bagi kita agar lebih bersemangat dalam melestarikan bumi yang kita tempati bersama ini, sebab perjuangan belum selesai disini.

Berita:

http://m.cnnindonesia.com/…/petani-menang-izin-lingkungan-…/